
Pesawat Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi disambut dan dikawal jet tempur F-16 dan Sukhoi-30MKI TNI-AU untuk mendarat di Jakarta, pada hari Senin. Ini menjadi sambutan khusus untuk pemimpin India dalam kunjungannya ke Indonesia.
F-16 adalah jet tempur lincah bermesin tunggal buatan Amerika Serikat (AS) yang telah bertugas selama beberapa dekade di banyak negara. Sedangkan Sukhoi-30 adalah jet tempur bermesin ganda berkapasitas dua tempat duduk yang lebih besar buatan Rusia—yang pernah menjadi saingan berat AS selama Perang Dingin.
India juga memiliki beberapa skuadron versi Sukhoi-30MKI, yang telah diadaptasi sesuai kebutuhan India.
Segera setelah mendarat di Jakarta, PM Modi dalam sebuah unggahan di X mengatakan bahwa dia terharu dengan sambutan hangat Presiden Prabowo Subianto di bandara.
Pada tahun 2018 kami meningkatkan hubungan kami menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif, yang telah menguntungkan rakyat kami. Selama kunjungan ini, Presiden Prabowo Subianto dan saya akan mengadakan diskusi yang bertujuan untuk menambah momentum lebih lanjut pada kemitraan ini di berbagai sektor,” tulis PM Modi.
Modi juga mengaku akan diajak Prabowo mengunjungi Candi Prambanan, kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.
“Presiden Prabowo dan saya akan mengunjungi kompleks Candi Prambanan di Yogyakarta. Ini akan memastikan hubungan budaya yang lebih erat antara negara kita. Saat berada di Indonesia, saya juga berharap dapat berinteraksi dengan komunitas India,” imbuh Modi.
Indonesia menyatakan pada bulan Maret bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan India untuk membeli sistem rudal jelajah BrahMos. Namun, Indonesia bukanlah pembeli asing pertama senjata andalan India tersebut.
Filipina menjadi pembeli asing pertama sistem rudal BrahMos setelah menandatangani kesepakatan senilai hampir USD375 juta pada tahun 2022.




